Stafsus Bupati TTU; Falent Kebo Komitmen Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan di Portal Batas

BAGIKAN

TTU.Spektrum-ntt.com || Staf Khusus Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Bidang Hubungan Masyarakat dan Investasi, Elias Koa menjelaskan bahwa Bupati TTU Yoseph Falentinus Delasalle Kebo memiliki niat baik dan komitmen yang kuat menghadirkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Hal itu disampaikan Elias Koa melalui rilisan tertulisnya kepada media ini pasca pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pelataran Kantor Bupati TTU pada, Senin (17/8/26) bahwa, komitmen tersebut terlihat dari upaya pemerintah membuka ruang investasi, membangun infrastruktur publik, mengembangkan kawasan ekonomi perbatasan serta mendorong pengelolaan potensi daerah agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat TTU.

Dikatakan Elias, salah satu langkah strategis pemerintah daerah adalah mendatangkan investor untuk mengembangkan industri garam di wilayah Pantai Utara TTU.

Investasi tersebut disebut memiliki nilai sekitar 2 triliun rupiah dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta memperkuat potensi daerah.

“Selain membangun infrastruktur publik, Bupati Falent dan Wakil Bupati Kamilus juga berhasil membuka ruang bagi investor untuk masuk dan mengelola potensi daerah, salah satunya industri garam di wilayah Pantai Utara dengan nilai investasi sekitar 2 triliun rupiah,” bebernya.

Selain itu, Elias juga menuturkan bahwa langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha dan investor.

“Selain industri garam, pemerintah daerah saat ini juga mendorong pengembangan kawasan ekonomi perbatasan melalui pembukaan pasar di PLBN Napan,” tulisnya.

Dikatakan Stafsus Bupati TTU ini, keberadaan pasar perbatasan tersebut menjadi salah satu pintu masuk aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM di wilayah TTU.

“Pasar perbatasan di PLBN Napan kita harapkan menjadi gerbang ekonomi bagi masyarakat perbatasan, khususnya pelaku UMKM TTU,” kata Elias Koa.

Tidak berhenti di sektor garam dan perdagangan perbatasan, pemerintah juga membuka peluang investasi di bidang peternakan sapi yang dikembangkan dengan pendekatan modern di sejumlah wilayah TTU.

Dirinya menilai berbagai sektor tersebut memiliki potensi besar apabila dikelola secara profesional dan melibatkan masyarakat lokal.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung arah pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

Masih dalam pandangannya, Elias mengatakan, TTU memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia sehingga pembangunan daerah harus terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi TTU sebagai gerbang depan NKRI.

“Pada masa kepemimpinan Bupati Falent Kebo, semua komponen dikerahkan untuk bersama-sama membangun TTU di semua bidang demi kesejahteraan seluruh masyarakat TTU,” terangnya.

Selain itu, Staf Khusus Bupati TTU ini juga menegaskan bahwa, pemerintah daerah terbuka terhadap investasi yang memiliki niat baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat TTU.

“Kita semua punya tanggung jawab membangun daerah kita sebagai gerbang depan NKRI dan selalu menerima niat baik semua investasi yang masuk ke TTU,” tegasnya.

Elias berharap investasi yang masuk ke TTU tidak hanya memberikan keuntungan bagi investor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dikatakan Elias, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi kunci agar potensi besar TTU dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan fasilitas publik di sekitar kawasan Kantor Bupati TTU juga menjadi salah satu bukti perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah fasilitas publik yang telah dibangun di kawasan tersebut kini ramai dikunjungi masyarakat, baik warga yang tinggal di dalam Kota Kefamenanu maupun masyarakat yang datang dari desa-desa wilayah TTU.

“Banyak masyarakat dari desa-desa datang ke kawasan ini untuk sekadar berswafoto, menikmati suasana, sekaligus memanfaatkan WiFi gratis yang tersedia. Ini menunjukkan fasilitas publik yang dibangun pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan menjadi ruang bersama bagi masyarakat,” ujar Elias.

Putra daerah TTU ini juga menilai, gagasan Bupati Falent Kebo untuk membangun Bandara Jack Ukat di Sasi merupakan langkah strategis dan visioner bagi masa depan TTU.

Ia menjelaskan bahwa, keberadaan bandara tersebut nantinya dapat membuka akses penerbangan udara dari dan menuju TTU sehingga membantu mengurangi keterisolasian wilayah sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi.

“Ini ide brilian Bupati Falent. Bandara Jack Ukat di Sasi ke depan dapat membuka isolasi penerbangan udara dari dan ke TTU serta menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Kefamenanu,” ucapnya.

Elias menegaskan, pembangunan berbagai fasilitas tersebut juga menunjukkan adanya upaya pemerintah mencari sumber pembiayaan alternatif di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Ia menyebut sejumlah pembangunan fasilitas publik tersebut bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut Elias, pemanfaatan dana CSR untuk fasilitas publik merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha agar pembangunan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Semua ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD. Ada kolaborasi dan niat baik untuk menghadirkan fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat,” katanya.

Sementara, Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo dalam momentum yang sama menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk berhenti membangun dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Falent mengatakan momentum kemerdekaan harus dimaknai melalui kerja nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang adil, pembangunan yang merata serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Bagi kita di tanah Timor Tengah Utara, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebatas seremonial tahunan atau romantisme sejarah semata. Kemerdekaan adalah amanat peradaban dan janji kebangsaan,” ujar Falent.

Menurutnya, tema HUT RI yang Ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” harus diterjemahkan melalui kebijakan dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Orang nomor satu TTU ini juga menegaskan bahwa, berdaulat tidak hanya berarti menjaga wilayah negara, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia dan membangun pemerintahan yang efektif.

Sementara keadilan harus diwujudkan dengan memastikan setiap masyarakat memperoleh manfaat pembangunan dan pelayanan tanpa membedakan suku, agama maupun status sosial ekonomi.

“Sedangkan kemakmuran menjadi tujuan akhir kemerdekaan Indonesia dengan menghadirkan kehidupan masyarakat yang aman, sehat, cerdas, produktif dan sejahtera,” kata Bupati Falent.

Terkait kondisi fiskal nasional, Falent mengakui pemerintah daerah saat ini menghadapi tuntutan efisiensi anggaran. Namun, ia meminta seluruh jajaran tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk menghentikan pembangunan.

“Efisiensi anggaran harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan mendorong lahirnya inovasi. Efisiensi bukanlah alasan untuk berhenti membangun,” tegasnya.

Ia menekankan setiap rupiah uang rakyat harus dikelola secara cermat, tepat sasaran, transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemerintah Kabupaten TTU juga membuka ruang bagi investasi di sejumlah sektor strategis, termasuk pengembangan industri garam di wilayah Pantai Utara dengan nilai investasi sekitar Rp 2 triliun.

Selain itu, sambung Falent, pemerintah mendorong pengembangan pasar perbatasan di PLBN Napan sebagai gerbang ekonomi bagi masyarakat perbatasan dan pelaku UMKM.

Pengembangan peternakan sapi secara modern di sejumlah titik di TTU juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, tambahnya.

Falent menegaskan pembangunan TTU membutuhkan kerja bersama seluruh komponen daerah.

“Kita bertekad membangun TTU yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa,” ujar orang nomor satu Kabupaten TTU itu. (**)

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup