Penulis : Mat-AN (Senandung dipenghujung Oktober 2021, dilansir berdasarkan suasana batin sang penutur)
PART I
Betulkah senja selalu berdusta?
Datang dengan rona cantiknya
Lalu pergi ditelan kelamnya malam
Tetapi diriku masih saja jatuh cinta dan merindukannya.
Melepas memang tak mudah
Namun memintanya 'tuk tinggal pun tak mungkin
Dia memang harus pergi seperti senja
Menghilang dalam kebisingan malam
Senyum senja begitu indah
Namun membuatku lupa bahwa aku sedang terluka
Dan aku akan tetap tinggal dalam diam dan kesendirianku
Karena ku t'lah tenggelam di dasar Pertiwi ini
'Ku menikmati gelapnya malam yang tak berbintang,
Beradu dengan hembusan sang angin,
Sontak, sang rembulan pun ikut berkisah,
Ku coba tanya sekali lagi pada rembulan,
Apakah benar, senja itu pernah mendustainya?
AKu dipaksa untuk melepaskan engkau pergi,
Dan aku tak ingin tahu lagi kemana kamu pergi,
Dan dengan siapa kau akan bahagia,
Sebab aku t'lah terpuruk dalam lamunan hampa.
PART II:
Aku terus terpojok disudut ruangan itu,
Setiap pojok ruangan semu ku susuri,
Menatap jauh keluar jendela yang tertutup rapat,
Melihat rintikan hujan yang tak kunjung henti
Hari semakin gelap,
Dan senja itu pun telah sirna,
Gemercik hujan tak kunjung berhenti menetes,
Aku kembali teringat akan kenangan masa laluku,
Hingga aku lupa, kalau aku sedang terpojok dalam ruang yang kelam.
Kini aku tersadar bukan lagi kamu yang ku genggam,
Bukan lagi kamu yang ku peluk,
Bukan lagi kamu yang aku dekap,
Bukan lagi kamu yang akan bersamaku,
Karena semua telah kurelakan dan kuiklaskan,
Agar kau bahagia disana, di duniamu yang baru bersama sang waktu. (**)
Editor: Elang Timur-85