TTU.Spektrum-ntt.com || Universitas Timor Kefamenanu melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menggelar kegiatan International Seminar On Language, Literature, and
Culture (ISLLC) 2026. Kegiatan seminar internasional ini diselenggarakan secara Daring (dalam jaringan) dengan mengusung tema; "English Studies in the Global Era: Transforming Language, Culture, and Knowledge through Innovation and Collaboration".
Informasi yang dihimpun media ini, Jumat (06/11/26), kegiatan tersebut dihadiri oleh 1 keynote speaker: Associate Professor Faith Valencia Forrester, Ph.D., LLB, . (Charles Sturt University, Australia; Board Director, Work-Integrated Learning Australia.
First invited Speaker from Indonesia: Prof. Dr. Erikson Saragih, M. Hum asal Universitas Sumatera Utara,
dan Second Invited speaker: Dr. Mikhael Misa, M. Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Timor. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan kurang lebih 210 peserta, antara lain; Dosen, Mahasiswa, dan guru Bahasa Inggris.
Kegiatan ini diawali dengan welcoming remark yang disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Mikhael Misa, S. Pd., M. Pd kepada para keynote speakers.
Usai sepatah kata dari Dr. Mikhael Misa, selanjutnya tibalah pada sesi opening kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Stefanus Sio, M. P selaku Rektor Universitas Timor.
Saat membuka kegiatan, Rektor Unimor menyampaikan bahwa kegiatan seminar internasional yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini dapat mendorong inovasi pendidikan bahasa Inggris dan pelestarian identitas budaya lokal di era globalisasi.
Dr. Ir. Stefanus Sio, M. P juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pembelajaran bahasa Inggris.
Namun, sambungnya, kemajuan global tersebut harus tetap diimbangi dengan upaya menjaga bahasa daerah, warisan budaya, dan kearifan lokal agar semakin dikenal di tingkat internasional.
"Kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi akademik internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian," ucap Dr. Ir. Stef Sio.
Selain itu, Rektor Unimor juga menekankan pentingnya membangun jejaring kerja sama lintas negara dan institusi melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kegiatan akademik kolaboratif.
"Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan perbatasan Indonesia - Timor Leste, Universitas Timor memiliki peran strategis dalam mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan pemahaman lintas budaya," ujar Rektor Unimor.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Jonris Tampubolon, S. Pd., M. Pd. saat membawakan sambutan, dirinya mengatakan bahwa; menjadi ketua panitia dalam seminar internasional perdana ini memberikan kesan yang sangat mendalam atas kerja sama tim yang solid dan antusiasme peserta yang luar biasa.
"Semoga jaringan kolaborasi serta gagasan cemerlang yang telah dibagikan hari ini tidak berhenti di ruang diskusi saja, melainkan berlanjut pada aksi nyata penelitian. Mari kita jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus mengangkat kualitas riset dan pendidikan di kancah global," kata Jonris Tampubolon.
Sementara, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNIMOR Dr. Mikhael Misa, S. Pd., M. Hum diawal sambutannya menyapa, melambungkan ucapan terima kasih serta mengucapkan selamat datang bagi peserta di ruang zoom, khususnya kepada Keynote speaker yang berasal dari Australia Professor Faith Valencia Forrester, Ph.D., LLB dan Prof. Dr. Erikson Saragih, M. Hum selaku invited speaker dari Universitas Sumatra Utara.
"Terima kasih karena sudah memenuhi undangan dari kami untuk menjadi pembicara utama dalam seminar internasional ini," kata Dr. Mikhael Misa.
Dikatakan Pimpinan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unimor Kefamenanu, seminar internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pendidikan bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan global.
Melalui inovasi dan kolaborasi, Dr. Mikhael Misa menunaikan harapannya agar para peserta agar mampu mengembangkan kajian bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan bahasa, tetapi juga memperkaya pemahaman lintas budaya serta menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.
“Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Timor berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi akademik, inovasi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu beradaptasi, berkontribusi, serta berdaya saing di era global," harapnya. (*Redaksi)