NTT, spektrum-ntt.com | Dentuman servis perdana menggetarkan Auditorium Bahtera Artha Wacana Kupang, Kamis (20/12) sore, menandai dibukanya Turnamen Voli PJKR Cup I Tahun 2025. Event perdana besutan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) itu resmi dibuka oleh Rektor UKAW, disaksikan langsung oleh Ketua Yayasan UKAW, Pdt. Mesach Daniel Beeh, M.Si.
Turnamen ini langsung mencuri perhatian. Sebanyak 51 tim dari berbagai perguruan tinggi, klub lokal, hingga SMA/SMK se-daratan Timor siap unjuk kemampuan dalam persaingan panas khas voli Nusa Tenggara Timur.
“Ini Momen Tunjukkan Prestasi, Junjung Sportivitas!” Janji Rektor Godlief
Dalam sambutannya, Rektor UKAW, Dr. Godlief Gidkief, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran mental, disiplin, dan integritas.
“Yang berlomba hari ini adalah orang-orang pertama yang menggunakan Auditorium Bahtera. Manfaatkan momentum ini, tunjukkan prestasi, junjung sportivitas dan kejujuran,” tegas Godlief .
Ia juga membeberkan sejumlah rencana besar UKAW. "15 cabang olahraga siap digelar di Auditorium Bahtera.
Turnamen kriket internasional akan segera dilaksanakan di lapangan kriket berstandar internasional milik UKAW.
Peluncuran Program Studi Taekwondo, bekerja sama dengan universitas di Amerika Serikat.
Rektor juga menegaskan agar mahasiswa dan suporter tetap tertib, dewasa, dan menjaga nama baik kampus. “Bahtera Ini Tempat Melahirkan Manusia Baru”.
Ketua Yayasan UKAW Kupang, Pdt. Mesach Beeh, menyampaikan pesan mendalam dalam nuansa ilmiah dan teologis yang menjadi ciri khasnya. Ia menilai turnamen ini menjadi titik balik (critical juncture) bagi transformasi karakter dan budaya akademik UKAW. “Bahtera ini alat Tuhan untuk melahirkan manusia baru,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga merupakan medium internalisasi nilai-nilai penting: sportivitas, kejujuran, dan integritas — karakter yang harus dimiliki para atlet, mahasiswa, dan calon pemimpin masa depan.
Ia menegaskan bahwa melalui turnamen ini, mahasiswa belajar lebih dari sekadar menang atau kalah manajemen event, komunikasi publik, kepemimpinan, kerja tim, resolusi konflik
“Lapangan adalah kelas kedua, dan kompetisi adalah kurikulum hidup,” tegasnya.
51 Tim Siap Tempur: Adu Smash, Mental, dan Gengsi. Dengan puluhan tim yang sudah mendaftar, PJKR Cup I 2025 menjadi turnamen terbesar yang pernah digelar UKAW. Arena pun dipastikan akan memanas dengan duel smash keras, blok rapat, hingga adu strategi menegangkan.
Namun, Pdt. Mesach Beeh kembali mengingatkan bahwa inti kompetisi bukan hanya siapa yang paling kuat atau paling tinggi loncat, melainkan siapa yang paling siap mental.
“Ini soal siapa yang paling menjunjung sportivitas, paling kuat bertahan dari tekanan penonton, dan paling siap mengolah emosi,” ujarnya.
Dari Auditorium Bahtera gedung baru yang sarat simbol pembentukan generasi, turnamen PJKR Cup I in,i menjadi panggung awal bagi talenta muda voli NTT untuk berlayar menuju kompetisi yang lebih besar di masa depan.
Turnamen PJKR Cup I 2025 resmi dimulai. GOR Bahtera Artha Wacana panas. Semangat Atlet Segera Jadi Cerita Olahraga NTT."Tutup Rektor Gidlief (*Arif Bait