EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

Kisah Perjuangan Ibu Rumah Tangga di Ende Yang Mengurus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Kisah Perjuangan Ibu Rumah Tangga di Ende Yang Mengurus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

ENDE. Spektrum-ntt.com || Banyaknya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tersebar di Kabupaten Ende membuat seorang ibu rumah tangga tergerak hatinya untuk membantu Mengurus dan melayani para ODGJ melalui Lembaga Pelayanan Kasih Samari yang beralamat di Kelurahan  Rewarangga Selatan  Kecamatan Ende Timur. 

Kordinator Lembaga Pelayanan Kasih Samari Katarina Dena kepada Media, menceritakan jika jiwa pelayan ya harus ketika 20 tahun yang lalu dirinya melintas dsri Kota Ende dan sering melihat banyak orang telanjang dan memakan sisa makanan di tempat sampah dan banyak yang tidur di pinggir jalan. (24/09/2020)

"Awalnya 20 tahun yang lalu, ketika saya melintasi kota saya sering melihat orang telanjang, orang makan dari sisa makanan yang sudah dibuang ditempat sampah, dan tidur dipinggir jalan, sehingga tergeraklah hati saya untuk membatu mereka" ungkapnya. 

lanjutnya bahwa saat itu dirinya mengajak mereka ke rumah dan memberi mereka makan, dan memberi pakaian

" Ketika itu saya mengajak mereka kerumah lalu diberi makan, pakayan seadanya sesuai dengan kemampuan saya" Jelasnya. 

Hal tersebut dilakukan hingga ketika dirinya beranjak ke rumah dinas milik Kodim 1602 Ende. akhirnya terhenti beberapa tahun. 

 Akhirnya dirinya kembali merasa terpanggil untuk kembali membantu mereka (ODGJ) dengan mengajak mereka kembali ke rumahnya satu persatu dan akhirnya dapat mengajak semuanya. 

"Lima tahun lalu hati saya mulai tergerak kembali untuk membatu mereka (ODGJ) saya mulai megajak kembali kerumah saya namun hanya satu - satu orang, setelah sembuh dan mereka kembali barulah saya mengajak yang lainya" jelasnya

berjalannya waktu akhirnya ia memutuskan untuk mencari rumah penampungan agar lebih mudah mengurus mereka (ODGJ) melalui perjuangan panjang Akhirnya ia dipertemukan dengan almarhum Bupati Ende Ir. Marselinus Y Peru. 

Akhirnya hasil pertemuan dengan almarhum bupati Ende, kemudian mendisposisikan surat ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan sehingga akhirnya mendapatkan Surat Keputusan (SK) untuk menggunakan Gedung dan Merenovasi Gedung Bekas Buku untuk penampungan sementara ODGJ. 

"Hasil dari pertemuan dengan Alm. Bupati Ende, beliau mendisposikan surat ke dinas P & K dan mendapat Surat Keputusan (SK) penggunaan dan renovasi gedung, agar bekas gudang buku ini bisa kami gunakan untuk tempat penampungan sementara para ODGJ" Tuturnya. 

lanjutnya bahwa saat ini terdapat 9 orang ODGJ diantaranya 6 orang beragama Kristen dan Tiganya Beragama Islam dan berasa dari Wologai Ende, Nangapenda, Watuneso, Nila, Detukeli,dan Tomberabu. 

Melihat kondisi bangunan yang semakin rusak dan sering ODGJ kabur dan kembali ke jalanan, dirinya akhirnya berinisiatif untuk Merenovasi gedung dengan uang pribadi. karena keterbatasan finansial, akhirnya ia membuat proposan untuk pengusaha, dari toko-toko Cina dan Pribumi. 

Hingga Akhirnya ia mendapatkan bantuan dan digunakan untuk Merenovasi gedung tersebut dan melengkapi beberapa keperluan sehari-hari. 

"kami mendapat bantuan dari para pengusaha, seperti uang, spon, batako, semen, cat, seperei, bantal dan tempat tidur untuk digunakan baik untuk merenovasi gedung dan keperluan sehari - hari mereka" Tuturnya. 

Lanjutnya, Selain para pengusaha lokal dirinya juga dibantu oleh provisial dan teman muslim yang merantau ke Arab Saudi dan Malaysi

"Untuk donatur tetap sampai dengan saat ini belum ada, sehingga saya sangat mengharapkan kepada para pihak yang mau berbagi kasih untuk meringankan langka utuk berbagi besama para ODGJ karena mereka membutukan uluran tangan dari kita semua yang peduli" tutupnya (**/red 

 

Penulis : Teja Rango

editor EppyM photo istimewa