Belu,Spektrum-ntt.com|| Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan Dapur Flobamorata Kusuma di SMKS Katolik Kusuma Atambua pada Senin, 30 Maret 2026.
Pantauan di lokasi, penyambutan berlangsung meriah. Para suster, guru, siswa-siswi, serta masyarakat setempat mengenakan kain tenun daerah dan membentuk pagar betis. Acara juga dimeriahkan dengan tarian khas Belu serta penampilan live musik band Kusuma. Kepala SMKS Katolik Kusuma Atambua, Sr. Agustina Bete Kiik, turut mengalungkan kain kepada Gubernur NTT bersama Bupati Belu, Willybrodus Lay, dan rombongan saat tiba sekitar pukul 08.00 WITA di Jalan Ki Hajar Dewantara, Tulamalae, Kota Atambua.
Usai penyambutan, Gubernur NTT melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Dapur Flobamorata Kusuma.
Kepala sekolah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi. Ia menjelaskan bahwa dapur tersebut menghadirkan berbagai menu berbahan lokal khas NTT dengan konsep makanan sehat dan cita rasa asli daerah.
“Menu yang kami siapkan semuanya berbahan lokal, seperti nasi jagung, bose, se’i, ikan bakar, dan sambal khas NTT. Kami juga menyediakan menu oriental seperti nasi goreng babi dan bakso babi khas Kusuma, serta menu kontinental seperti spageti, kentang goreng, dan salad,” ujarnya.
Selain itu, tersedia pula makanan penutup berbasis pangan lokal, seperti puding labu kuning, roti fla ubi ungu, roti fla labu kuning, serta aneka kue berbahan kelor. Untuk minuman, dapur ini menyediakan kopi khas NTT seperti kopi Flores dan kopi Lakmaras, serta teh herbal dari sereh, jahe, dan daun pandan.
Dari segi harga, menu yang ditawarkan dinilai terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000. Penentuan harga disesuaikan dengan kemampuan siswa serta hasil survei pasar. Dapur ini juga melayani paket makanan sehat dan pesanan katering, baik untuk makanan maupun snack.
Dapur Flobamorata Kusuma beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WITA. Ke depan, pihak sekolah juga berencana menghadirkan live musik setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Dalam pengelolaannya, dapur ini melibatkan siswa sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Para siswa didampingi guru serta didukung oleh alumni. Sistem pembelajaran blok selama tiga bulan kejuruan dan tiga bulan mata pelajaran umum memungkinkan dapur tetap beroperasi setiap hari.
Kepala sekolah juga mengapresiasi program One School One Product (OSOP) yang dinilai mampu membangkitkan semangat sekolah dalam mengembangkan produk unggulan.
“Ide ini sangat bagus dan membangkitkan semangat kami. Melalui OSOP, siswa didorong untuk mampu menciptakan karya sendiri serta meningkatkan jiwa kewirausahaan, khususnya dalam mengembangkan makanan lokal NTT yang masih jarang ditemukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program SMK Membangun Desa yang telah dijalankan sebelumnya akan terus dikembangkan. Melalui program ini, siswa dilatih untuk berbagi ilmu kepada masyarakat, khususnya dalam mengolah potensi pangan lokal.
Sekolah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal agar memiliki nilai tambah, baik dari segi cita rasa, tampilan, maupun nilai jual, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Penulis : Charizza Naikofi
Editor & Foto: Nixon Tae