Belu, Spektrum–ntt.com|| Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti keluarga besar SMKS Katolik Kusuma Atambua, Jumat (6/11/2026). Pater Hendrikus Ati Fahik, SVD, salah satu alumni sekolah tersebut, kembali ke almamaternya untuk merayakan misa syukur sekaligus berbagi kisah perjalanan panggilannya sebagai seorang imam.
Kunjungan ini menjadi momen istimewa karena Pater Hendrikus merupakan alumni angkatan 2013–2015 dari Program Studi Akomodasi Perhotelan. Saat itu, program keahlian tersebut baru memasuki angkatan kelima.
Kehadirannya bertepatan dengan perayaan Misa Jumat Pertama yang berlangsung di Raibasin, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur. Dalam kesempatan tersebut, Pater Hendrikus memimpin misa perdananya di almamater tercinta.
Kedatangannya disambut hangat oleh ratusan siswa-siswi, para suster, serta guru-guru yang dahulu pernah mendidiknya. Prosesi penjemputan berlangsung sekitar pukul 10.45 WITA di depan Edotel Kusuma Raibasin, dengan iringan tarian tradisional Likurai yang menambah semarak suasana penyambutan.
Dalam homili dan sesi penyampaian pesan, Pater Hendrikus membagikan sejumlah pengalaman dan kenangan selama menempuh pendidikan di SMKS Katolik Kusuma Atambua. Kisah-kisah tersebut mengundang perhatian para siswa yang hadir.
Mengutip Injil Yohanes 15:16, Pater Hendrikus menjadikan ayat tersebut sebagai moto hidupnya. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pendidikan dan pembinaan karakter yang diperolehnya selama menjadi bagian dari keluarga besar SMKS Katolik Kusuma Atambua.
“Selama menempuh pendidikan di sekolah ini, saya merasa sangat bersyukur. Luar biasa, karena di tempat ini saya dilatih untuk berjuang, disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Semua itu menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup saya,” ungkapnya.
Ia mengajak para siswa untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Pesan saya, belajarlah sebanyak mungkin karena perjalanan adik-adik masih panjang. Saya belajar banyak hal dari para guru selama masih berada di SMKS Katolik Kusuma Atambua,” pesannya.
Menurutnya, berbagai keterampilan yang diperoleh siswa melalui program keahlian di sekolah harus menjadi modal untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan bekal keterampilan dari berbagai jurusan yang ada di sekolah ini, adik-adik diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat di luar sana. Persaingan semakin ketat, sehingga carilah ilmu setinggi mungkin. Jika memiliki keterampilan kerja, lakukanlah secara profesional. Berjuanglah menjadi anak Tuhan dan pribadi yang baik bagi Tuhan serta orang tua,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala SMKS Katolik Kusuma Atambua, Sr. Agustina Bete Kiik, SSpS, menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas kehadiran Pater Hendrikus. Menurutnya, kehadiran seorang imam yang merupakan alumni menjadi hadiah istimewa bagi perjalanan 50 tahun sekolah tersebut.
“Imam perdana dari SMKS Katolik Kusuma Atambua ini merupakan hadiah berharga dari Tuhan. Dalam perjalanan 50 tahun sekolah ini, akhirnya kita memiliki seorang imam yang berasal dari almamater sendiri. Kami sangat bangga dan bahagia,” ungkap Sr. Agustina.
Ia juga mengenang perjalanan Pater Hendrikus selama menjadi siswa. Menurutnya, selain mengikuti kegiatan pembelajaran, Pater Hendrikus dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah, seperti drum band, Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan vokal tunggal.
Sr. Agustina berharap momentum misa syukur tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk semakin terbuka terhadap panggilan hidup, khususnya panggilan menjadi imam, biarawan, dan biarawati.
“Melalui misa syukur ini, semoga tumbuh panggilan-panggilan baru dari generasi yang sedang kita didik, terlebih dalam momentum 50 tahun sekolah ini. Semoga ada benih-benih panggilan baru yang tumbuh dari keluarga besar Kusuma,” harapnya.
Penulis: Nixon Tae