IMADAR Kefamenanu Kecam Keras Edaran Vidio Yang Diduga Oknum DPRD Malaka

IMADAR Kefamenanu Kecam Keras Edaran Vidio Yang Diduga Oknum DPRD Malaka

Kefamenanu, Spektrum-ntt.com|| Badan Pengurus Harian (BPH) Ikatan Mahasiswa/i Dawan "R" (IMADAR) Kefamenanu angkat bicara terkait kinerja dan perilaku oknum DPRD Malaka lewat edaran sebuah video amatir singkat. Selasa, 20 Juli 2021 WIT.

Berdasarkan edaran video amatir berdurasi 01:14 detik, yang diduga pelakunya adalah beberapa oknum DPRD Malaka yang mengundang perhatian netizen untuk melontarkan pernyataan sikap dan kecaman atas tindakan yang dilakukan oleh oknum terkait, yang sudah melanggar kode etik legislatif dan merusak citra legislatif. 

Ikatan Mahasiswa/i Dawan R (IMADAR) Kefamenanu adalah salah satu wadah yang menghimpun kaum intelektual terutama anak pribumi Malaka yang berasal dari wilayah Dawan R Malaka, berkedudukan di Kota Kefamenanu turut merasa miris dengan aksi yang dilakukan oleh oknum DPRD Malaka.

Melkianus Mau, Ketua Umum IMADAR Kefamenanu mengkonfirmasikan kepada wartawan via WhatsApp pribadi mengatakan bahwa,"Dalam masa pandemi covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu Pemberlakuan pembatasan kegiatan kemasyarakatan(PPKM) yang dimana masyarakat di tekan habis-habisan untuk mentaati protokol kesehatan(prokes). Dan dalam vidio yang beredar dan viral di media sosial (medsos) yang menerangkan bahwa ada oknum DPRD Kab. Malaka yang sudah melanggar aturan yang dikeluarkan dari pemerintah sendiri", jelas Melkianus.

Ketua Bidang II (KABID Pengembangan Organisasi) Nofrianus Foun Mauk pun turut memberikan pernyataan bahwa," dengan beredarnya video beberapa hari lalu kini menjadi konsumsi pembicaraan dan bahan cerita masyarakat luas", jelasnya.

"Saya menilai bahwa Kepolisian Resort (Polres) Malaka belum jeli dalam menanggapi hal ini. Karena kita tahu bahwa PPKM ini berlaku untuk semua dan utamanya lebih mempertegaskan pada masyarakat kecil tanpa memperhatikan mereka yg menjadi perpanjangan tangan dari masyarakat (Anggota DPRD) kabupaten Malaka", tegas Ketua Bidang Pengembangan.

Disaat yang bersamaan, Sekretaris Umum IMADAR Yasintus Dacosta Duarte  kepada media ini via WhatsApp menyampaikan bahwa,"Oknum DPRD yang berpesta di Gedung DPRD yang mengenakan atribut berupa seragam sudah merusak marwah dan pandangan moral sebagai dewan kehormatan", ungkap Borges.

"Saya menilai bahwa Oknum DPRD Tidak menghargai, menghormati dan menindaklanjuti Peraturan Pemerintah terkait penerapan Protokol Kesehatan (PROKES)".

Lebih lanjut, Borges menguraikan bahwa Oknum anggota DPRD ini sudah melanggar kode etik legislatif. Sebab perilaku mereka lewat pengadaan pesta kecil-kecilan dan joget-jogetan di Gedung DPRD alias gedung rakyat kecil itu sangat tidak bisa ditolerir.

Seperti yang terpampang dalam edaran video singkat dengan durasi waktu 01:14 detik tidak menciri-khaskan diri mereka sebagai wakil rakyat, karena tingkah lakunya kurang baik, tutup Sekretaris Umum IMADAR.

Oknum legislatif yang melakukan aksi didepan kantor DPRD Malaka diantaranya: Jemmy Koi, Raimundus Seran Klau, Maria Fatima Seuk Kain, ketiganya berasal dari Fraksi Golkar dan satu diantaranya Bernadetta Luruk Seran yang berasal dari (Partai Hanura). **(Novry/SN)