Gong Festival Budaya Daerah TTS Tahun 2026 Mulai Ditabuh

BAGIKAN

TTS.Spektrum-ntt.com || Festival Budaya daerah kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi dibuka dengan penuh semarak oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe SH dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten TTS. 

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional (Gong) oleh Bupati TTS, didampingi sejumlah pejabat Daerah, dan disaksikan ribuan masyarakat yang antusias menyambut event budaya tahunan 2026 dengan mengusung tema " Merawat Tradisi Memperkuat Identitas, Membangun Generasi TTS Berbudaya", Selasa, 20/10/2026.

Momentum Festival Budaya Daerah Timor Tengah Selatan merupakan momen untuk merefleksikan berbagai hal terkait ragam potensi budaya di Timor Tengah Selatan. Budaya menunjukkan identitas individu dan identitas kelompok. Budaya dapat diibarat sebagai cermin yang menunjukkan siapa kita, citra diri dan hakekat tentang siapa kita yang sebenarnya.

Adapun kegiatan festival mencakup berbagai perlombaan seni dan budaya bagi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di antaranya lomba arian telsain, tarian bonet, tarian maekat, stand-up comedy menggunakan bahasa Dawan. sebanyak 236 peserta terlibat dalam Festival Budaya Daerah Kabupaten TTS Tahun 2026 dan kegiatan Festival Budaya digelar dari tanggal 20-29/10/2026.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe pada sambutannya mengatakan bahwa"Festival ini bukanlah sekadar sebuah seremoni atau tontonan hiburan semata. Lebih dari itu, festival ini adalah wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk merawat tradisi, menguatkan identitas, dan membangun generasi muda berbudaya,” ujar Eduard Markus Lioe. 

Bupati TTS mengajak masyarakat " jangan malu menggunakan kain adat, tenun, dan jangan malu menari adat, tarian berbahasa daerah, tradisi adalah kekuatan kita. Pemerintah kabupaten TTS akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi pelestarian budaya lokal. Identitas budaya TTS adalah modal pembangunan ketika kita kuat secara budaya, kita akan kuat secara ekonomi dan sosial," jelas Bupati TTS Eduard Markus Lioe, SH.

Kegiatan festival budaya daerah Timor Tengah Selatan kebertujuan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang hidup, dan mengembangkan dalam tatanan kehidupan masyarakat Timor Tengah Selatan kepada generasi muda ke arah pengembangan kreatifitas, serta menjadi media komunikasi dan informasi yang efektif. 

Meningkatkan kerjasama yang lebih berkualiatas antara pemerintah, industri, pelaku seni/seniman dan budayawan dalam membangun kebersamaan budaya daerah serta meminimalisir ketidakadilan gender serta mendorong upaya meningkatkan kualitas seni budaya daerah Timor Tengah Selatan dengan kemasannya berupa produk komoditi layak yang sebagai suatu seni pertunjukan yang mampu memacu karya seni dan budaya yang lebih kreatif, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan memperluas hasil-hasil pembangunan serta memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk berinovasi/berkreasi dalam mengisi pembangunan ke depan.

Pembukaan festival dihadiri, Ketua DPRD TTS, Kapolres TTS, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Balai Bahasa NTT, pimpinan perangkat daerah, kepala sekolah dan guru pendamping, panitia dan juri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, peserta didik, orang tua, serta media massa. (SN/Mega)

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup