GMNI Ende Mendesak Bupati Ende, Segera Panggil Kadis Pariwisata Terkait Hal Ini

BAGIKAN

Ende•Spektrum-Ntt•Com || Pada Selasa lalu 07/06/2022 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan Aksi unjuk rasa damai, guna untuk menyuarakan persoalan sosial kemasyarakatan di kabupaten Ende dengan tema Seruan Aksi Jeritan Dan Tangisan Masyarakat Di Pelosok Desa.

 

Aksi Damai yang dilakukan oleh aktivis GMNI Cabang Ende banyak yang mendukung, dari berbagai kalangan masyarakat termasuk teman-teman wartawan di kabupaten Ende yang selama ini selalu menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, melalui pemberitaan cetak, online, dan TV secara faktual.

 

Mencermati proses pembangunan toilet oleh Dinas Pariwisata kab Ende, 4 unit toilet yang dibangun pada empat lokasi berbeda, sebagai sarana penunjang destinasi wisata, nilainya sangat fantastis dan menuai polemik di kalangan masyarakat.

 

Berdasarkan data yang dihimpun Spektrum-Ntt dari layanan pengadaan elektronik (LPSE) Kabupaten Ende, terbaca jelas dalam pengumuman pemenang tender pengerjaan 4 toilet oleh Dinas Pariwisata Ende, dengan besar anggaran yang sangat fantastis yakni Rp 2,2 miliar lebih hanya untuk bangun empat toilet.

 

Dalam Pengumuman yang terbaca pada laman LPSE Kabupaten Ende tersebut, terterah bahwa pengerjaan 4 toilet pada Dinas Pariwisata Ende, masing-masing menghabiskan anggaran sebesar Rp500 juta lebih.

 

Pengerjaan 4 toilet tersebut menggunakan Dana Alokasi Kusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata tahun 2021 sebesar Rp15 Miliar.

dana tersebut dibagi dalam beberapa item pekerjaan penataan dan pembangunan destinasi wisata pada tiga lokasi di Kecamatan Ende Utara, Detusoko dan Kecamatan Kelimutu.

 

Ada pun 4 lokasi pembangunan toilet tersebut diantaranya, kawasan Destinasi Wisata Pantai Ria, Taman Rendo, Air Panas Detusoko, dan Sao Roa Wisata-Moni, kecamatan Kelimutu. 4 toilet yang dibangun harus dilengkapi dengan jaringan air, pompa dan jaringan listrik.

 

Sementara itu ketua GMNI Cabang Ende, Marianus Yanto Woda, melalu pesan rilisanya pada Rabu 15/06/2022 menjelaskan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), secara organisatoris meminta kepada Bupati Ende, segera panggil dan melakukaan evaluasi atas kinerja Dinas Pariwisata Ende.

 

Jika persoalan ini terdapat adanya dugaan penyalagunaan keuangan maka, GMNI mendesak kepada penegakan hukum di Kabupaten Ende segera proses sesuai aturan hukum yang berlaku," pungkas Marianus

 

GMNI juga mendukung penuh terkait kinerja aparat penegak hukum dalam menyikapi polemik ini, sehingga masyarakat menilai bahwa penegakan hukum benar-benar menjalankan tupoksinya.

 

Dengan demikian GMNI sebagai organisasi pergerakan dan perjuangan, tentu akan menyikapi berkaitan persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan," Jelas Ketua GMNI Ende Marianus Yanto Woda.

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'mcrypt' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: