Dugaan Mobil Pribadi Dan Orang Asing Jadi Sasaran Pungli di PLBN Motaain

BAGIKAN

Dili. Spektrum-ntt.com || belakangan ini marak beredar berita mengenai pemungutan liar di perbatasan Motaain yang menyasar kendaraan-kendaraan exportir PLBN Motaain yang menuju Timor Leste, namun berdasarkan penelusuran media, mobil-mobil kendaraan pribadi juga mendapatkan hal yang sama. 

sejumlah pengemudi yang ditemui, media mengaku kendaraan pribadi yang melintas menuju Indonesia dikenakan pungutan biaya siluman tanpa kwitansi yang bervariasi berkisar 50-150 Dollar, hal ini juga sama dengan kendaraan eksportir yang dikenakan pungutan biaya sebesar Rp 100.000 di Pos Pamtas dan Rp 50.000 di pos lalu lintas untuk register kendaraan sekali melintas. Setelah itu ketika kendaraan masuk ke dalam area PLBN, driver harus membayar lagi Rp 50.000 di pos TNI.

"Kami disuruh bayar baru bisa masuk,tapi tidak ada kwitansi pembayaran" jelas salah satu driver yang ditemui media sekitar PLBN Motaain.

Hal yang sama juga Kepada orang dari luar negeri dari Eropa, Filipina, Amerika.

Salah satu turis (J,) turis asal Filipina pada media mengaku disuruh membayar agar bisa melanjutkan perjalanan ke Timor Leste.

"Tolong cek juga imigrasi Perbatasan Indonesia, karena biasanya kalau ada orang eropa atau america, Filipina biasanya mereka panggil ke dalam ruangan dan suruh bayar tapi tidak buat nota atau bukti pembayaran" Ungkap salah satu informan. 

Seorang driver mobil dari Timor Leste (Mario) mengaku dipungut Rp.475.000 tanpa kwitansi saat melintas menuju Indonesia.

"Biaya mobil juga 475000 rupiah tapi aturan di luar seperti tidak sampai dan biasa tidak ada nota atau kwitansi kalaupun kwitansi biasa hanya 450 ribu padahal bayar 475 ribu rupiah" jelasnya 

Maraknya pungutan liar ini menambah deretan panjang masalah perbatasan di PLBN Motaain sehingga pihak pihak yang terkait diminta untuk bertindak tegas terhadap oknum-oknum aparatur pemerintah yang bermain di perbatasan. 

"Pak saya mau katakan TNI Dan Polisi juga bermain di dalam". Ungkap salah satu narahubung yang sempat memberi keterangan dan diminta untuk merahasiakan namanya.

Pembenahan layanan ekspor/impor dan arus pertukaran kendaraan di PLBN Motaain perlu segera dilakukan karena PLBN Motaain adalah PLBN paling ramai kedua setelah PLBN Entikong di Kalimantan. 

Aktivitas ekspor PLBN ini di tahun 2025 tercatat mencapai Rp.763.846.354.122. Nilai eksport import per bulan mencapai Rp 56 miliar. Karena itu PLBN harus menjadi sentra ekonomi baru sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto.(**Red/tim

Photo:ilustrasi AI

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup