Buka Kegiatan MGMP SMP Zona 7, Kadis Pendidikan Ingatkan Guru Harus Mampu Merancang Pembelajaran

BAGIKAN

TTS.Spektrum-ntt.com || Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran jenjang Sekolah Menengah Pertama (MGMP-SMP) yang melibatkan 260 guru dari 28 sekolah di Zona 7.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Negeri 1 Amanuban Tengah, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS pada, Kamis (29/10/26) yang melibatkan peserta dari lima kecamatan, diantaranya: Amanuban Timur, Amanuban Tengah, Kuatnana, Polen, dan Oenino, dengan keterlibatan guru dari 10 mata pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris Manafe, M. Si dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota MGMP yang berkomitmen meningkatkan kompetensi profesional guru serta mutu pembelajaran di Kabupaten TTS.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota MGMP yang telah menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi profesional guru dan mutu pembelajaran di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang kita cintai ini,” ucap Apris.

Dikatakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, tantangan pendidikan di Kabupaten TTS semakin kompleks. Karena itu, guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran saja.

"Guru harus mampu merancang pembelajaran yang bermakna, membangun karakter murid, memanfaatkan teknologi, serta melakukan evaluasi untuk memastikan setiap murid memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Menurut Apris, MGMP memiliki peran strategis sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru. Melalui organisasi tersebut, para guru diharapkan dapat belajar bersama, berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi, dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan pembelajaran di sekolah.

“MGMP bukan sekadar tempat berkumpul atau melaksanakan pertemuan rutin, melainkan wadah profesional untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan pembelajaran yang dihadapi di sekolah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS itu juga meminta seluruh pengurus dan anggota MGMP jenjang SMP di Kabupaten TTS memiliki program kerja yang jelas, terarah, terukur, dan berkelanjutan.

"Pogram harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata guru dan sekolah sehingga pelaksanaannya memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran," pintanya.

Selain itu, Kepala Dinas juga mengingatkan agar MGMP tidak hanya aktif ketika terdapat undangan atau kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjalankan fungsinya sebagai wadah pengembangan kompetensi guru.

Tak lupa pula Apris menekankan agar semua guru SMP yang tersebar di sekolah negeri maupun swasta perlu membangun sinergitas yang baik guna memperkuat dan menjalin kerja sama demi kemajuan pendidikan. 

Menurutnya, seluruh guru memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten TTS.

“Kita harus menghilangkan sekat-sekat yang menghambat kolaborasi. Semua guru memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” pungkasnya.

Apris Manafe juga mengingatkan para guru untuk meningkatkan mutu dan inovasi pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, penyusunan perangkat pembelajaran yang berkualitas, penggunaan metode kreatif, serta pelaksanaan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Pembelajaran tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian materi pelajaran. Guru harus memastikan murid benar-benar memahami materi dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran harus memberikan kesempatan kepada murid untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, berkomunikasi, dan menghasilkan karya,” ujarnya.

Orang nomor 1 Dinas Pendidikan ini juga meminta seluruh MGMP menjadikan peningkatan hasil belajar murid sebagai salah satu prioritas utama, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.

Ia mendorong guru melakukan analisis terhadap hasil asesmen murid dan data Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi kompetensi yang masih lemah, kemudian menyusun langkah perbaikan secara konkret dan terukur.

Menurut Apris, apabila kemampuan membaca, memahami bacaan, berhitung, dan bernalar murid masih rendah, guru perlu mengidentifikasi penyebabnya serta bekerja sama untuk menemukan solusi yang tepat.

“Jangan hanya menyampaikan bahwa hasil belajar murid rendah. Kita harus mampu menjawab apa penyebabnya, apa yang akan kita lakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana kita mengukur keberhasilannya,” tegas Apris.

Kadis Apris Manafe juga berpesan kepada para guru agar menjadikan MGMP sebagai ruang untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, mendiskusikan kendala yang dihadapi di kelas, serta berbagi praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Dirinya menekankan, pentingnya evaluasi dan pelaporan kegiatan MGMP secara berkala sesuai mekanisme yang ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS.

Menurutnya, keberhasilan MGMP tidak semata-mata diukur dari banyaknya pertemuan atau jumlah peserta yang hadir, tetapi harus dilihat dari perubahan kualitas mengajar guru dan peningkatan hasil belajar murid.

“Setiap pengurus MGMP harus mampu menjawab dengan jelas apa yang sudah dikerjakan, apa hasilnya, apa manfaatnya bagi guru, dan bagaimana dampaknya terhadap murid,” tuturnya.

Peningkatan mutu pendidikan bukan pekerjaan mudah dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengawas sekolah, kepala sekolah, pengurus MGMP, guru, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Ia mengajak seluruh pengurus MGMP menjalankan tanggung jawab dengan semangat pengabdian dan menerjemahkan setiap program kerja menjadi kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi guru maupun murid.

 

“Jangan takut berinovasi. Jangan berhenti belajar dan jangan cepat puas dengan hasil yang telah dicapai. Teruslah melakukan perbaikan demi masa depan anak-anak kita,” pesan Kadis PK itu

 

 Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan program-program yang bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di daerah itu.

 

Diakhir kata, Apris Manafe mengajar seluruh guru untuk buktikan bahwa MGMP bukan hanya wadah pertemuan, melainkan wadah perubahan. 

"Perubahan dalam cara guru mengajar, perubahan dalam cara murid belajar, dan perubahan dalam kualitas pendidikan di daerah kita,” tutupnya.

 

Berikut adalah daftar nama sekolah yang mengikuti kegiatan MGMP di Zona 7, antara lain;

  1. SMP Negeri 1 Amanuban Timur
  2. SMP Negeri 1 Amanuban Tengah
  3. SMPS Katolik St. Aloysius Niki-Niki
  4. SMPS Kristen 1 Amanuban Tengah
  5. SMP Negeri Tumu
  6. SMP Swasta Daerah Niki-Niki
  7. SMP St. Arnoldus Oeekam
  8. SMP Negeri Oelet
  9. SMP Negeri Satu Atap Oemasi
  10. SMP Negeri Bila
  11. SMP Kristen 1 Amanuban Timur
  12. SMP Negeri Nifukiu
  13. SMP Satu Atap Siufmuke
  14. SMP Satu Atap Supul
  15. SMP Negeri Lakat
  16. SMP Kristen 1 Amanuban Barat
  17. SMP Satu Atap Oeue
  18. SMP Negeri Taekiu
  19. SMP Negeri Oeleno
  20. SMP Negeri Noeliu
  21. SMP Negeri Oenino
  22. SMP Negeri Satu Atap Noebaun
  23. SMP Negeri 2 Amanuban Tengah
  24. SMP Negeri Abi
  25. SMP Swasta Polen
  26. SMP Stella Maris Loli
  27. SMP Satu Atap Muken
  28. SMP Negeri Balu

 

 

(**SN)

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup