Malaka.Spektrum-ntt.com || Badan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Ikatan Mahasiswa/I Dawan R (IMADAR) Kefamenanu gelar ceremonial pembukaan kegiatan Masa Penerimaan dan Bimbingan Anggota Baru (MPBAB) periode 2026/2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (22/10/26).
Masa Penerimaan dan Bimbingan Anggota Baru tahun ini mengusung tema," Langkah Awal Kaum Pergerakan IMADAR Menempa Pemimpin Yang Tangguh, Tanggap dan Loyal Bagi Organisasi IMADAR".
Pengusungan tema diatas merujuk pada kegiatan rutin organisasi juga sebagai acuan dan kompas bagi Badan Pengurus Harian IMADAR Periode 2026/2027 untuk membentuk calon pemimpin masa depan guna menyikapi perkembangan zaman.
Pantauan media di lokasi, kegiatan tersebut berlangsung ± 1 jam terhitung sejak Pukul 21:00 s/d Pukul 22:00 WITA, dipandu oleh Fransiska Solo alias Iska selaku Master of Ceremony, dan dibuka dengan mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars dan Himne IMADAR.
Terpantau, saat melagukan Lagu Indonesia Raya, Mars dan Himne IMADAR, seluruh tamu undangan membawakannya dengan penuh semangat. Hal itu menjelaskan bahwa setiap orang tidak memungkiri dan menyadari keberadaan mereka tidak terlepas dari sejarah peradaban.
Ketua Umum IMADAR, Jeriyanto Manek ketika membawakan sambutannya menyampaikan seorang kader tidak lahir karena setelah mengikuti kegiatan MPBAB, tetapi mereka yang dibesarkan melalui sebuah proses yang panjang, ditempah pengalaman, dikuatkan oleh disiplin dan diperkaya oleh pengetahuan dan pemahaman.
"Kader yang tangguh bukan hanya kader yang tidak pernah mengalami kesulitan, tapi mereka yang selalu berdiri di depan tatkala ada tantangan dan tetap berpikir jernih ketika berada di dalam tekanan dan tetap berdiri diatas prinsip ketika dibenturkan dengan kepentingan pihak lain," ujar Jeri Manek.
Dikatakan Ketua Umum IMADAR, dalam kehidupan berorganisasi setiap anggota akan berbentur dengan perbedaan pendapat, keterbatasan pemahaman, kritikan bahkan kegagalan.
Namun, hal itu bukanlah hambatan dan alasan untuk menyerah. Justru melalui aneka tantangan seperti itulah yang membawa setiap anggota untuk membentuk mentalitas, mengasah keterampilan, kemampuan, kedewasaan dan karakter.
"IMADAR tidak hanya membutuhkan kader yang berani berbicara di depan umum, tetapi IMADAR membutuhkan kader yang berani pertangungjawabkan apa yang dikatakan. IMADAR tidak membutuhkan kader yang pandai menebar kritikan-kritikan pedas, tetapi yang dibutuhkan adalah kader yang yang berani menawarkan 1001 solusi atas setiap problematikan yang dihadapi oleh organisasi," urainya.
Jeri Manek juga menegaskan bahwa, kader pergerakan harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kondisi organisasi di masa depan, dan juga masyarakat. Tanggal terhadap situasi, memahami setiap problematika yang sedang menghampiri dan juga pro aktif untuk memberikan respon secara cepat, akurat dan penuh tanggung jawab.
"Bertanggungjawab itu tidak harus menunggu kesempatan untuk menjadi Ketua Umum atau Pengurus Harian lainnya. Jangan menunggu dirimu menduduki sebuah jabatan. Tetapi tanggungjawab itu hadir ketika seseorang berani untuk memberikan perhatian, solusi, berjiwa Corsa, dan berani bersuara ketika ketidakadilan itu dibungkam," tutupnya.
Hal senada dilantunkan oleh Ketua Forum Solidaritas Alumni Ikatan Mahasiswa/I Dawan R (Forsa IMADAR), Desilmus Silminggus Bau, S. Pd dalam sambutannya bahwa, seorang pemimpin harus punya jiwa kepekaan yang tinggi.
"Pemimpin yang loyal adalah pemimpin yang siap sedia, harus berani untuk berdiri di depan sebagai panutan. Sehingga spirit pemimpin mampu menghimpun dan menyatukan karakter anggota yang berbeda-beda," kata Ketua Forsa.
Desilmus juga menekankan bahwa, pemimpin harus junjung tinggi semangat kebersamaan dan pemimpin harus berlandaskan solidaritas.
"Solidaritas itu diibaratkan seperti seikat sapu lidih yang diikat erat dan tak terpisahkan satu sama lain. Tidak terbelengkalai. Sehingga arah dan tujuan organisasi itu benar-benar tertuju, bukan hanya dengan buaian belaka, bukan sekadar kata-kata hampa tetapi benar-benar dilaksanakan," pesan Desilmus.
Sementara, Pemerintah Desa Meotroi melalui Sekretaris Desa, Maria Gradiana Bouk, SE saat membawakan sambutannya menegaskan hal yang sama.
"Organisasi sangatlah penting bagi para pegiatnya. Karena melalui organisasi mentalitas dan jiwa kepemimpinan terbentuk. Selain itu, organisasi juga sebagai salah satu wadah penyedia aneka keterampilan sebelum terjun ke dunia kerja," ujarnya.
Tak lupa pula, dirinya mengucapkan selamat datang bagi civitas IMADAR sekaligus melambungkan ucapan terima kasih kepada IMADAR karena sudah memilih Desa Meotroi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan MPBAB.
"Selamat datang di Desa Meotroi. Selamat berproses bagi adik-adik calon anggota," ucap Diana.
Selain itu, Sekdes Meotroi yang juga salah satu Alumni IMADAR menghimbau kepada seluruh calon anggota untuk fokus mengikuti setiap item kegiatan yang sudah diagendakan oleh panitia.
Diakhir kata, sekretaris desa berpesan kepada panitia untuk menjaga ketertiban, selama berlangsungnya kegiatan.
Untuk diketahui, jumlah calon anggota baru yang mengikuti kegiatan MPBAB sebanyak 19 orang. Kegiatan MPBAB berlangsung selama 4 hari, terhitung sejak Kamis, 22 Oktober s/d Minggu, 25 Oktober 2026 dengan mengantongi beberapa item kegiatan yang telah dipatenkan oleh Panitia Pelaksana Kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut: Perwakilan Pemerintah Desa Meotroi, Tokoh Masyarakat, Anggota Forsa IMADAR, Badan Pengurus Harian (BPH), dan Anggota Luar Biasa (ALB). (Nana/SN)