Anak Petani Dari Silawan Jadi Misionaris, Inilah Perjalanan Panggilan Pater Henderikus Ati, SVD

BAGIKAN

Belu.Spektrum-ntt.com || Dari keluarga petani yang sederhana di Stasi Silawan, Paroki Stella Maris Atapupu, lahir sebuah panggilan yang kini membawa Pater Henderikus Ati, SVD, menuju tanah misi Afrika Selatan dan Botswana.

Perjalanan hidupnya menjadi kesaksian bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang bagi karya Tuhan. Sebaliknya, dari kehidupan yang bersahaja, Tuhan dapat menumbuhkan benih panggilan yang kelak menghasilkan buah bagi Gereja dan sesama.

Pater Henderikus Ati ditahbiskan menjadi imam pada 8 Oktober 2026 di Gereja Katedral Ijen, Malang, oleh Mgr. Hendrikus Pidyanto Gunawan, O. Carm., bersama tiga rekan lainnya. Sukacita atas tahbisan tersebut kemudian dirayakan dalam Perayaan Ekaristi Syukur pada 25 Oktober 2026 di Gereja Stasi Santo Theodorus Silawan, Paroki Stella Maris Atapupu. Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas kesetiaan Tuhan yang menyertai perjalanan panggilannya sekaligus momen kebersamaan dengan keluarga, umat, dan masyarakat yang turut mengambil bagian dalam perjalanan tersebut.

Pater Henderikus merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, putra pasangan Yoseph Fahik dan Oliva Moin. Ia tumbuh dalam keluarga petani yang mengajarkan nilai-nilai kerja keras, ketekunan, kesederhanaan, dan doa. Dari kehidupan keluarga inilah ia belajar bahwa kekayaan sejati tidak semata-mata diukur dari kelimpahan materi, tetapi juga dari ketulusan hati, kesetiaan, dan kesediaan memberikan diri bagi sesama.

Salah satu ungkapan orang tuanya, “Tama tian hala'o to'oborus" yang berarti sudah masuk jalani sampai selesai, menjadi landasan penting dalam perjalanan panggilannya.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat akan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan keluarga dan kekuatan untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan hingga akhirnya menjadi imam.

** Panggilan yang Tumbuh dari Hati

Menjadi imam bukanlah cita-cita yang dipaksakan oleh orang lain. Bagi Pater Henderikus, imamat merupakan kerinduan yang tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Namun, perjalanan untuk mewujudkan cita-cita tersebut tidak selalu mudah. Pada awalnya, orang tuanya belum menyetujui keinginannya untuk menjadi imam.

Dalam situasi itu, almarhum Bruder Klemens Balan, SVD, dan Sr. Ludiana, SSpS, hadir sebagai sosok penting yang mendukung perjalanan panggilannya. Dengan kesabaran dan pendekatan yang penuh pengertian, keduanya terus memberikan penjelasan kepada Yoseph Fahik dan Oliva Moin tentang makna panggilan hidup membiara dan imamat. Pendampingan tersebut perlahan membantu keluarga memahami serta menerima pilihan hidup yang ingin dijalani Pater Henderikus.

Kisah ini memperlihatkan bahwa sebuah panggilan tidak selalu bertumbuh tanpa pergulatan. Terkadang, diperlukan waktu, dialog, doa, dan kehadiran orang-orang yang bersedia mendengarkan serta mendampingi agar sebuah keputusan dapat dipahami dengan lebih baik.

Salah satu pengalaman yang membekas dalam perjalanan batinnya terjadi ketika sang ibu mengalami sakit parah dan tidak kunjung sembuh. Dalam pergulatan tersebut, Pater Henderikus berdoa dan berjanji untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Ketika ibunya kemudian sembuh, pengalaman itu semakin menguatkan motivasinya untuk melayani Tuhan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan imannya. Di tengah kecemasan dan ketidakpastian, ia belajar menyerahkan harapan kepada Tuhan serta semakin menyadari betapa berharganya panggilan untuk mempersembahkan hidup bagi-Nya. Baginya, menjadi imam tetap merupakan cita-cita murni yang lahir dari kerinduan pribadi, bukan karena paksaan siapa pun.

*** Alumni SMK Kusuma yang Menjadi Imam Pertama

Perjalanan panggilan Pater Henderikus juga menjadi kebanggaan bagi almamaternya, SMK Kusuma Atambua. Ia tercatat sebagai alumni pertama sekolah tersebut yang menjadi imam. Pencapaian ini bukan semata-mata kebanggaan pribadi, melainkan kesaksian bahwa Tuhan dapat memanggil siapa saja, dari latar belakang mana pun, untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan-Nya.

Moto tahbisannya, “Aku telah memilih kamu dan kamu telah Kutetapkan supaya kamu pergi dan menghasilkan buah” (Yohanes 15:16), menjadi pedoman spiritual dalam menjalani imamat.

Sabda tersebut mengingatkannya bahwa imamat bukanlah tujuan untuk membanggakan diri, melainkan panggilan untuk melayani. Dipilih oleh Tuhan bukan berarti lebih tinggi daripada orang lain, tetapi dipercayakan tanggung jawab untuk menghadirkan kasih-Nya. Menjadi imam berarti terus belajar, bertumbuh dalam kesetiaan, dan memberikan diri agar kehidupan sesama semakin dikuatkan.

** Diutus Melintasi Batas Budaya dan Bahasa

Kini, Pater Henderikus menerima perutusan sebagai misionaris di Afrika Selatan dan Botswana. Perutusan ini menjadi babak baru dalam perjalanan imamatnya, sekaligus kesempatan untuk menghidupi semangat misioner Gereja di tengah masyarakat dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.

Bagi Pater Henderikus, menjadi misionaris berarti bersedia meninggalkan kenyamanan, melintasi batas budaya dan bahasa, belajar dari masyarakat setempat, serta menghadirkan kasih Kristus di tengah mereka yang membutuhkan pengharapan.

“Saya pergi bukan karena merasa diri paling mampu atau paling sempurna, melainkan karena percaya bahwa Tuhan yang memanggil akan senantiasa melengkapi apa yang masih kurang dalam diri saya,” demikian refleksinya tentang perutusan yang diterimanya.

Ia melangkah dengan membawa iman, nilai-nilai kehidupan, doa, dan cinta kasih dari keluarga serta tanah kelahirannya. Ia menyadari bahwa di balik perjalanan panggilan tersebut terdapat dukungan keluarga, pengorbanan orang tua, doa umat, serta kebaikan banyak orang yang turut menguatkan langkahnya.

Kepada kedua orang tuanya dan seluruh keluarga, Pater Henderikus menyampaikan rasa terima kasih atas cinta kasih, perhatian, dukungan, dan doa yang telah menyertainya. Walaupun perutusan ke Afrika Selatan dan Botswana akan membawanya jauh dari tanah kelahiran, ia percaya bahwa jarak tidak dapat memisahkan hati yang dipersatukan oleh kasih dan doa.

*** Pesan bagi Generasi Muda Silawan

Kepada umat Stasi Silawan, Paroki Stella Maris Atapupu, khususnya generasi muda, perjalanan hidup Pater Henderikus menghadirkan pesan penuh harapan: jangan pernah menganggap kesederhanaan sebagai penghalang bagi karya Tuhan.

Latar belakang keluarga, keadaan ekonomi, maupun tempat seseorang berasal tidak membatasi kemungkinan Tuhan untuk memanggil dan mengutusnya. Yang terutama ialah hati yang bersedia mendengarkan suara-Nya, keberanian untuk menanggapi panggilan, dan kesetiaan menjalani proses pembentukan diri.

Pater Henderikus sendiri merupakan saksi dari perjalanan tersebut. Sebagai anak petani dari sebuah stasi sederhana, ia bertumbuh dalam kerja keras dan doa keluarga, menghadapi pergulatan dalam perjalanan panggilan, hingga akhirnya ditahbiskan menjadi imam dan menerima perutusan misioner lintas negara.

Kisahnya mengajak kaum muda untuk tidak takut bermimpi, berani mengenali kehendak Tuhan, dan bersedia membuka diri terhadap panggilan hidup yang membawa kebaikan bagi sesama.

Dari tanah Silawan, sebuah panggilan kini melangkah menuju tanah misi. Perjalanan ini bukan terutama tentang keberhasilan seorang manusia, melainkan tentang kasih Tuhan yang bekerja melalui kesederhanaan, doa, perjuangan, dan kesediaan untuk menyerahkan diri.

Dari keluarga sederhana, Pater Henderikus belajar tentang cinta. Dari doa keluarga, ia belajar tentang kesetiaan. Dan dari panggilan Tuhan, ia belajar bahwa hidup menemukan maknanya ketika diberikan dengan tulus bagi sesama.

Dengan berpegang pada moto tahbisannya, ia kini melangkah menuju Afrika Selatan dan Botswana untuk mewartakan Injil, melayani umat, serta menghadirkan damai dan pengharapan. Sebab, pada akhirnya, panggilan bukanlah tentang seberapa besar nama seseorang dikenal, melainkan tentang seberapa setia ia menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan dan kehidupan sesama.

Dari tanah yang sederhana, Tuhan menumbuhkan benih panggilan. Dari doa dan perjuangan, Ia membentuk seorang pelayan. Dan melalui perutusan, Ia mengutusnya untuk pergi dan menghasilkan buah. (SN)

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup