MALAKA. SPEKTRUM-NTT COM. Uskup Atambua Dominikus Saku, Pr kepada ribuan katekis, mengajar agar membangun pola berpikir yang tanggap dan praktek iman yang terlibat dalam karma pastoral.
Demikian informasi ini dilaksanakan oleh Uskup Atambua dalam momen temu akbar katekis Keuskupan Atambua ( IKKAT), di pusat Dekenat Mena, Sabtu, 22/10/022)
Menurut mgr Dominikus Saku, Pr Selaku Uskup Atambua, mentampaikan bahwa, menurut nya personal and yang dialami sekarang ini kekatolikan belum menjadi jiwa atau spirit yang menggerakkan. Seorang katekis perlu juga membenahi diri dan menambah pengetahuan.
Apa yang disampaikan Bapa Uskup, erat kaitannya dengan pendidikan plus. Pendidikan harus bergerak hingga plus, sehingga tidak terkesan biasa-biasa saja. Pendidikan perlu menghasilkan formasi plus.
Bapak Uskup mengatakan bahwa ada sesuatu yang mis dari dunia pendidikan. Letak persis misalnya, sambil memberikan kritikan tajam kepada para sarjana, bahwa banyak sarjana yang kurang bercahaya, menurut Bapak Uskup banyak kali terjadi, output pendidikan tidak menjadi outcome bagi kehidupan.
Sambil mengingatkan para katekis atau katekista tentang pentingnya solidaritas yang menunjang solidaritas, Uskup Atambua juga menegaskan agar katekis katekista tidak plus dengan penghasilan apa adanya. Bapak Uskup menghimbau agar para katekis katekista mengupayakan upaya plus dalam dunia pendidikan. Upaya plus yang dimaksud Bapa Uskup ialah menjadi kontributor kemajuan yang dapat mengingtekrasikan karma pastoral dengan pemberdayaan hidup.
Bapa Uskup bermaksud pendidikan plus sebagi langkah melampaui pendidikan yang biasa biasa dengan menghidupkan ekonomi dalam kreativitas dunia pertanian dan peternakan.
Bapa Uskup menyebutkan beberapa program Keuskupan Atambua yang dapat dijadikan sebagai pilot project yang menyebutkan mix forming peternakan di Haliwen, pertanian di Oelolok dan menargetkan wilayah pantura sebagai lahan penghasilan anggur. Terkhusus untuk wilayah Malaka, Bapak Uskup meminta katekis katekista untuk menerapkan pendidikan Plus, dengan menyediakan puluhan ton pisang yang dapat di gunakan sebagai bahan olahan untuk menghasilkan pupuk inhati, project Keuskupan Atambua.
Seluruh kegiatan IKKAT ini berlangsung dengan di bawah tema: Meningkatkan Mutu Hudup Keluarga Katolik Dengan Pendidikan Plus.
Turut hadir: perserta terdiri dari para ketekis katekista, yang datang dari empat keuskupan atambua, hadir juga dalam pengajaran mimbar ini, Kabit Penkat, Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Bapak Adrianus Purnama Jaya, S. Fil. M. The, Kabid Urakat Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Drs Lodovikus Lena, Kakan Kemenag TAU, Fransiskus Xaverius Kehi, S. Ag, Kakan Kemenag Belu, Antonius Nggaa Rua, S. Ag, Kakan Kemenag Malaka, Herman Yoseph Reda Pete, S. Fil. M. A. B.
( Aprilius Asa)