BELU.SPEKTRUM-NTT.COM || Komite Internasional Palang Merah (ICRC) bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan Polres Belu gelar pelatihan pertolongan pertama dan sosialisasi penanganan korban meninggal dunia dalam situasi kedaruratan bagi personil TNI Polri sebagai penolong pertama di Kabupaten Belu.
Demikian informasi diterima media ini, Pada Senin (28/11/22) acara pembukaan pelatihan diwarnai dengan pemberian cindera mata dari utusan regional ICRC kepada Kapolres Belu.
Ketika membuka kegiatan, Kombes Pol. Dra. Muji Diah Setyani mengungkapkan, wilayah NTT yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia menjadi salah satu wilayah yang rentan terjadinya suatu bencana.
"Oleh karenanya, peran petugas yang pertama datang ke lokasi kejadian sangat menentukan terutama dalam melakukan penilaian awal, pertolongan pertama dan evakuasi korban yang masih hdup serta berusaha menemukan korban yang meninggal untuk dilaksanakan proses lebih lanjut," katanya.
Kombes Pol Setyani menuturkan bahwa, mungkin kita masih ingat badai seroja yang terjadi pada bulan april 2021 kemarin dan waktu itu ia juga mengalami saat sedang bertugas sebagai Atase Polri di Dili. Badainya sangat kencang dan juga banyak pohon tumbang. Kejadian tersebut adalah beberapa hal yang menjadi catatan dan melatarbelakangi dilaksanakannya pelatihan ini, ungkap Analis kebijakan bidang NCB Interpol Divhubinter Polri.
Untuk itu, sambungnya, melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan juga bisa berbagi pengalaman terurtma dalam penanganan korban meninggal dunia akibat bencana maupun konflik sosial yang terjadi diwilayah tempat bertugas," ujar Analis kebijakan bidang NCB Interpol Divhubinter Polri.
Didalam menangani korban bencana kata Kombes Pol. Dra. Muji Diah Setyani , diperlukan petugas yang memiliki ketrampilan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi kondisi darurat. Karena pertolongan pertama yang cepat dan tepat serta berkualitas akan meningkatkan harapan hidup dan meminmalisir kecacatan akibat cedera.
"Kita ketahui bersama, efek yang ditimbulkan dari bencana sangat serius dan tidak hanya menyebabkan jatuhnya korban harta maupun nyawa tapi juga meninggalkan trauma bagi mereka yang mengalaminya," jelasnya.
Ia berharap, peserta pelatihan dapat memanfaatkan latihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya dapat membantu pelaksanaan tugas sebagai penyelamat yang handal dan mumpuni, lanjut mantan Atase Polri KBRI Dili ini.
Sementara itu, Kapolres Belu , AKBP Yosep Kribiyanto, S.I.K pada kesempatan tersebut mengungkapkan, pelatihan ini sebagai wujud kerja sama peningkatan kapasitas Polri dan TNI di wilayah NTT khususnya dalam penanganan korban meninggal saat bencana.
"Saya berharap peserta pelatihan memanfaatkan betul latihan ini dengan sebaik-baiknya karena kesempatan ini tidak semua anggota mendapatkan kesempatan seperti ini karena dari ICRC tidak setiap saat melakukan pelatihan," kata Kapolres Belu.
Dan bagi anggota yang telah dilatih ini diharapkan agar mampu memberikan dan atau menyampaikan ilmu kepada anggota yang belum mendapatkan kesempatan pelatihan ini. Jadi, semakin banyak anggota yang memiliki ketrampilan seperti yang dimiliki rekan-rekan, maka dapat menularkannya ilmunya kepada teman-teman yang lain," pinta Kapolres Belu.
Untuk diketahui, kegiatan pelatihan gabungan TNI - Polri pertolongan pertama dan sosialisasi penanganan korban meninggal dunia ini dilaksanakan selama 4 hari terhitung, Senin 28 s/d Kamis, 01 Desember 2022 dan berlangsung di aula Wira Satya lantai 2 Polres Belu.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh: Analis kebijakan bidang NCB Interpol Divhubinter Polri, Kombes Pol. Dra. Muji Diah Setyani, Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto, S.I.K, Utusan regional ICRC dan Perwakilan Puskes TNI, Letkol Kes, dr.Hendra Samanta M.Ked, Perwakilan Puskes TNI, Letkol Kes, dr.Hendra Samanta M.Ked, Perwakilan DVI Pusdokes Polri, Kompol Zulfa Isnianto, SKM, MARS, Ketua PMI Belu, Drs.Bone Bowe, Kepala Markas PMI Belu, Jantje Taek, SE serta peserta pelatihan dari TNI Polri.
Sumber : Humas Polres Belu