TTS.spektrum-ntt.com || Ditengah polemik dua dari tiga unit rumah jabatan (Rujab) pimpinan DPRD Kabupaten TTS yang tengah ramai di perbincangkan publik karena belum dihuni. Tokoh Masyarakat Amanuban, merasa prihatin dan mengungkapkan kritikan tajam, sebab alokasi anggaran operasional bagi fasilitas wakil rakyat itu juga nilainya fantastis
Tokoh Masyarakat Amanuban Pina Ope Nope kepada tim media pada Kamis (13/02/2025), mempertanyakan penggunaan Dana operasional Rumah Jabatan Pimpinan DPRD TTS yang mencapai 81 juta rupiah setiap bulannya
"Pihak DPRD Kabupaten TTS harus bisa menjelaskan dana senilai 81 juta yang sudah terpakai selama beberapa bulan sejak pelantikan, itu dikemanakan dan apakah pemanfaatannya sudah sesuai prosedur. Publik layak tahu sebagai bentuk tranparansi terutama sekarang pemerintah sedang melakukan berbagai upaya penghematan", ujar Pina Ope Nope
Pernyataan Pina Ope Nope sebagai Tokoh Masyarakat Amanuban, menunjukkan keprihatinannya mewakili warga masyarakat TTS terhadap penggunaan pajak rakyat yang terkesan tidak efisien dan berlebihan.
Dirinya juga menyebut sejumlah anggaran yang dialokasikan untuk fasilitas wakil rakyat sangat berlebihan dan terkesan melambungkan gaya hidup para wakil rakyat.
"Polemik tentang rumah jabatan Pimpinan DPRD memang patut kita kritisi bersama. Karena pembiayaan Rujab menurut informasi yang beredar yaitu 81 juta perbulan adalah sangat berlebihan bahkan bisa disebut sebagai penggelapan uang negara", SebutNya
Pina Nope juga menyebutkan bahwa Pimpinan DPRD mesti bijak dalam menyikapi polemik yang terjadi
"Seharusnya Pimpinan DPRD bijak dalam persoalan ini, berkaca pada negara Swedia misalnya, disana DPRD tidak diberikan fasilitas rumah jabatan dan kendaraan padahal negara itu merupakan negara maju dengan pendapatan perkapita tertinggi di dunia", Sambung Nope
Lebih lanjut Pina pun meminta para pimpinan DPRD yang kini mengemban amah rakyat, sewajarnya berterima kasih kepada masyarakat TTS yang berkontribusi untuk penyediaan fasilitas bagi wakil rakyatnya.
"Dimana logikanya DPRD TTS yang dikelilingi kemiskinan harus memiliki fasilitas mewah seperti rumah, gedung, dan keistimewaan lainnya? Seharusnya wakil-wakil kita berterima kasih kepada rakyat TTS yang memfasilitasi gaya hidup mereka, bukannya menelantarkan gedung itu," tegas Pina Ope Nope dengan nada kecewa.
Diakhir pernyataannya, Pina mengusulkan, jika rujab pimpinan DPRD tidak dihuni, maka bisa dikontrakan ke pihak ke-3 untuk membantu PAD TTS dalam menghapadi kebijakan efisiensi anggaran APBN 2025.
"Kalau memang gedung rumah jabatan tidak dipakai, sebaiknya di sewakan atau dikontrakkan saja biar bisa menambah pemasukan bagi Pemda," usul Pina Ope Nope.
Untuk diketahui, informasi juga diperoleh awak media dari warga sekitar kompleks perumahan pimpinan DPRD TTS yang tidak ingin identitasnya disebutkan dalam pemberitaan ini, habwa sampai dengan minggu kedua bulan februari 2025. Ketiga rumah jabatan pimpinam DPRD tersebut tidak terlihat aktifitas sebagaimana pimpinan-pimpinan sebelumnya.
Meski polemik ini tengah menjadi sorotan publik, para pimpinan DPRD Kabupaten TTS masih bungkam dan enggan menemui awak media untuk memberikan klarifikasi publik.
Diberitakan Sebelumnya, Anggaran operasional untuk Rumah Jabatan Pimpinan DPRD TTS periode 2024-2029 sebesar 27 juta rupiah per pimpinan, sehingga totalnya mencapai 81 juta rupiah setiap bulannya untuk 3 orang pimpinan DPRD
Kendati demikian, sampai dengan saat ini kondisi Rumah Jabatan Pimpinan DPRD TTS masih sepi dan tak terawat seperti belum dihuni
Hal ini menjadi temuan tim media saat beberapa kali mendatangi Rumah Jabatan pimpinan DPRD untuk melakukan konfirmasi pemberitaan
Kondisi Rumah Jabatan Pimpinan DPRD masih terbengkalai tanpa pengamanan dan tidak terlihat satu orangpun yang beraktivitas di RJ 3 dan RJ 5 Kabupaten TTS
Sementara di RJ 4 TTS terlihat ada yang menghuni, namun pintu gerbang RJ 4 selalu tertutup dan salah satu pegawai RJ 4 yang ditanya wartawan dari luar pintu gerbang mengaku bahwa wakil ketua DPRD sedang beristirahat
"Baptua masih istirahat kaka karena tadi malam pulang jam 1 malam. Nanti baru kaka datang lagi atau dikantor sa", Ujar pegawai RJ 4 yang tidak diketahui namanya
Terpisah, Sekretaris Dewan, Adi Boimau yang dikonfirmasi wartawan secara berturut-turut pada Senin, 03/02/2025 dan Selasa, 04/02/2025, mengaku tidak mengetahui kondisi terkini Rumah Jabatan Pimpinan DPRD TTS
"Mestinya setelah dilantik pimpinan DPRD sudah masuk tapi karena kekurangan-kekurangan yang masih ada sehingga kami masih lakukan pembenahan sekitar 1 bulan baru mereka masuk tapi kalau kondisi sekarang saya sendiri tidak tahu", Ujar Sekwan
Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil melakukan konfirmasi dengan pimpinan DPRD TTS. (SN/Tim)